REMITANSI NEGARA NEGARA ASEAN DAN 3 NEGARA MAJU



 NAMA : HELDAYANTI

 NIM      : B1A1 18 009

TGS KE 2 PEREKONOMIAN INDONESIA


REMITANSI NEGARA NEGARA ASEAN DAN 3 NEGARA MAJU


  •  DEFINISI REMITANSI 

Pada saat ini perkembangan era globalisasi sangatlah pesat. Hal ini dapat menyebabkan semakin terintegrasinya perekonomian dari satu negara dengan negara lain. Tujuan dari integrasi suatu negara yaitu untuk meningkatkan kerjasama yang dilakukan antar negara agar mempermudah dalam membangun perekonomian negara. Fenomena yang sedang marak terjadi akibat adanya kebebasan untuk keluar masuk terhadap negara yang memiliki integritas salah satunya yaitu migrasi internasional. 

 Secara literasi, remitansi adalah jasa pengiriman uang yang dilakukan oleh pengirim dari Indonesia ke penerima di luar negeri maupun sebaliknya. Negara yang disasar pun beragam tergantung jasa remitansi yang dipakai. Sedangkan, mata uang yang digunakan bisa dengan mata uang rupiah atau mata uang asing. 

Berdasarkan jenisnya, remitansi terbagi menjadi dua yaitu Remitansi Keluar (Outward Remittance) dan Remitansi Masuk (Inward Remittance). Outward Remittance merupakan pengiriman uang dari Indonesia ke luar negeri dengan mata uang asing. Sementara, Inward Remittance merupakan pengiriman uang dari luar negeri dalam jumlah tertentu yang menggunakan mata uang asing. 

Seiring dengan perkembangan zaman, remittance sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengingat kepentingan dan kebutuhan masyarakat saat ini menuntut mereka untuk melakukan transaksi keuangan dalam waktu cepat. Nggak heran kalau saat ini ada begitu banyak jasa remitansi yang bisa kamu temukan di luar sana.

         Tabel jumlah penduduk ASEAN

                             2014 - 2018


Dapat dilihat bahwa negara yang memiliki jumlah penduduk tertinggi di ASEAN yaitu Indonesia. Negara yang memiliki jumlah penduduk paling rendah di ASEAN yaitu Brunai Darussalam. Pada Gambar 1.1 dapat dibuktikan bahwa negara yang sebelumnya pada Tabel 1.1 merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk tinggi, diikuti dengan kepemilikan nilai net migrasi yang tinggi dan negatif. Net migrasi merupakan selisih antara migran yang masuk dengan migran yang keluar dari suatu negara yang menjadi tujuan migran. Apabila migrasi yang masuk lebih banyak daripada migrasi yang keluar, maka akan disebut sebagai migrasi netto positif, dan begitu sebaliknya (Irianto and Friyatmi, 2016:80)  


  • REMITANSI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
 Efek yang akan diterima dari adanya migrasi yaitu remitansi yang akan diterima oleh keluarga migran yang berada di daerah asal. Remitansi merupakan pengiriman uang yang dilakukan pekerja di negara asing ke penerima di negara asalnya. Remitansi berbeda dengan cash transfer. Remitansi dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga dan negara sehingga akan mengurangi adanya kemiskinan. Sehingga dapat dilihat manfaat potensial yang besar berkaitan dengan remitansi tenaga kerja internasional untuk negara berkembang (Sari, 2019; Manzoor, 2018). 

 



Perbandingan antara negara Indonesia dengan ASEAN

INDONESIA - FILIPINA

 Perbandingan penerimaan remitansi antara Indonesia dan Filipina dilihat dari USD cukup jauh yaitu pada tahun 2015 penerimaan remitansi di Filipina sejumlah $29.799 Milyar sedangkan Indonesia sebanyak $9.659 Milyar. Pada 2016 Filipina sebanyak $31.142 Milyar, sedangkan Indoneisa $8.907 Milyar. Pada tahun 2017 Filipina sebanyak $32.81 Milyar, sedangkan Indonesia sebanyak $8.99 Milyar. Pada tahun 2018 Filipina sebanyak $33.809 Milyar, sedangkan Indonesia sebanyak $11.215 Milyar. Sementara pada tahun 2019 negara Filipina menerima remitasi sebanyak $35.167 Milyar, sedangkan Indonesia sebanyak $11.666 Milyar  


 • INDONESIA - VIETNAM

 Perbandingan penerimaan remitansi antara Indonesia dan Vietnam dari tahun 2015-2019 yaitu pada tahun 2015 negara Vietnam menerima remitasi sebanyak $13 Milyar, sedangkan Negara Indonesia $9.659 Milyar. Pada tahun 2016 Vietnam sebanyak $14 Milyar, sedangkan Indonesia sebanyak $8.907 Milyar. Pada tahun 2017 Vietnam sebanyak $15 Milyar, sedangakan Indonesia $8.99 Milyar. Pada tahun 2018 Vietnam $16 Milyar, sedangkan Indonesia $11.215 Milyar. Sementara pada tahun 2019 Vietnam $17 Milyar, sedangkan Indonesia $11.666 Milyar. 


 • INDONESIA - THAILAND 

Perbandingan remitansi antara Negara Indonesia dan Thailand dari tahun 2015-2019 antara lain, pada tahun 2015 Negara Indonesia menerima remitansi sebanyak $9.659 Milyar, sedangkan Thailand sebanyak $5.895 Milyar. Pada tahun 2016 Indonesia sebanyak $8.907 Milyar, sedangkan Thailand sebanyak $6.27 Milyar. Pada tahun 2017 Indonesia sebanyak $8.99 Milyar, sedangkan Thailand sebanyak $6.72 Milyar. Pada tahun 2018 Indonesia sebanyak $11.215 Milyar, sedangkan Thailand $7.466 Milyar. Sementara pada tahun 2019 Indonesia menerima remitansi sebanyak $11.666 Milyar, sedangkan Thailand menerima remitansi sebanyak $8.162 Milyar. 


 • INDONESIA - MYANMAR 

Perbandingan remitansi antara Negara Indonesia dan Myanmar dari tahun 2015-2019 antara lain, pada tahun 2015 Negara Indonesia menerima remitansi sebanyak $9.659 Milyar, sedangkan Myanmar sebanyak $2.005 Milyar. Pada tahun 2016 Indonesia sebanyak $8.907 Milyar, sedangkan Myanmar sebanyak $2.346 Milyar. Pada tahun 2017 Indonesia sebanyak $8.99 Milyar, sedangkan Myanmar sebanyak $2.578 Milyar. Pada tahun 2018 Indonesia sebanyak $11.215 Milyar, sedangkan Myanmar $2.84 Milyar. Sementara pada tahun 2019 Indonesia menerima remitansi sebanyak $11.666 Milyar, sedangkan Thailand menerima remitansi sebanyak $2.421 Milyar.

 • INDONESIA - MALAYSIA 

Perbandingan remitansi antara Negara Indonesia dan Malaysia dari tahun 2015-2019 antara lain, pada tahun 2015 Negara Indonesia menerima remitansi sebanyak $9.659 Milyar, sedangkan Malaysia sebanyak $1.644 Milyar. Pada tahun 2016 Indonesia sebanyak $8.907 Milyar, sedangkan Malaysia sebanyak $1.604 Milyar. Pada tahun 2017 Indonesia sebanyak $8.99 Milyar, sedangkan Malaysia sebanyak $1.649 Milyar. Pada tahun 2018 Indonesia sebanyak $11.215 Milyar, sedangkan Malaysia $1.686 Milyar. Sementara pada tahun 2019 Indonesia menerima remitansi sebanyak $11.666 Milyar, sedangkan Malaysia menerima remitansi sebanyak $1.638 Milyar. 

 • INDONESIA - KAMBOJA 

Perbandingan remitansi antara Negara Indonesia dan Kamboja dari tahun 2015-2019 antara lain, pada tahun 2015 Negara Indonesia menerima remitansi sebanyak $9.659 Milyar, sedangkan Kamboja sebanyak $1.185 Milyar. Pada tahun 2016 Indonesia sebanyak $8.907 Milyar, sedangkan Kamboja sebanyak $1.199 Milyar. Pada tahun 2017 Indonesia sebanyak $8.99 Milyar, sedangkan Kamboja sebanyak $1.287 Milyar. Pada tahun 2018 Indonesia sebanyak $11.215 Milyar, sedangkan Kamboja $1.431 Milyar. Sementara pada tahun 2019 Indonesia menerima remitansi sebanyak $11.666 Milyar, sedangkan Kamboja menerima remitansi sebanyak $1.525 Milyar.

 • INDONESIA-LAOS

 Perbandingan remitansi antara Negara Indonesia dan Laos dari tahun 2015-2019 antara lain, pada tahun 2015 Negara Indonesia menerima remitansi sebanyak $9.659 Milyar, sedangkan Laos sebanyak $189.212 Juta. Pada tahun 2016 Indonesia sebanyak $8.907 Milyar, sedangkan Laos sebanyak $189.361 Juta. Pada tahun 2017 Indonesia sebanyak $8.99 Milyar, sedangkan Laos sebanyak $242.708 Juta. Pada tahun 2018 Indonesia sebanyak $11.215 Milyar, sedangkan Laos $239.879 Juta. Sementara pada tahun 2019 Indonesia menerima remitansi sebanyak $11.666 Milyar, sedangkan Thailand menerima remitansi sebanyak $296.516. 


  • TABEL REMITANSI TERBESAR DI                         NEGARA ASEAN

Di negara kawasan ASEAN, terdapat 5 negara yang memiliki perolehan remitansi terbesar. Negara tersebut antara lain Filipina, Vietnam, Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Di sini Filipina memiliki perolehan remitansi terbesar, dan Malaysia berada di peringkat ke lima dalam lingkup ASEAN. Perolehan remitansi dapat dilihat dalam Gambar 1.2. 

Penempatan pekerja migran Indonesia/Tenaga kerja Indonesia (PMI/TKI) di negaranegara anggota ASEAN pada data Negara Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Indonesia menunjukkan hanya empat negara yang masuk dalam 25 besar negara penempatan yakni Malaysia (urutan 1), Singapura (urutan 5), Brunei Darussalam (urutan 11) dan Thailand (urutan 21). Data di atas lebih spesifik menunjukkan kondisi TKI di negara-negara tersebut. Jika diperhatikan secara seksama, penempatan TKI di Malaysia relatif stabil pada 2011 dan 2012, kemudian terjadi peningkatan pada 2013 dan penurunan kembali pada 2014. TKI pada tahun 2015 mengalami penurunan yang cukup besar jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Demikian juga yang terjadi di Singapura dan Brunei Darussalam. Bahkan, penempatan TKI di Thailand sampai Oktober 2016 belum ada. Selanjutnya dipaparkan posisi/jabatan yang ditempati oleh TKI di negara penempatan.


Jadi, menurut saya negara ASEAN yang memiliki remitansi tertinggi ialah Filipina karena Negara kepulauan di utara Indonesia ini merupakan pengirim pekerja migran terbesar di kawasan Asia Tenggara atau nomor enam di dunia. Disusul oleh Thailand,Vietnam,Malaysia, dan Indonesia. Dan disusul negara ASEAN lainnya,

 dan Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki peluang dalam masyarakat ekonomi ASEAN. Statistik negara penempatan TKI menunjukkan bahwa Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand telah menjadi negara tujuan. Jika dilihat dari paparan kondisi ketenagakerjaan Indonesia terhadap Mutual Recognition Agreements (MRAs) yang dipersyaratkan untuk kebebasan bergerak bagi 8 profesi dalam masyarakat ekonomi ASEAN,

 maka profesi di bidang pariwisata yang memiliki peluang untuk berkembang lebih pesat, hal ini didukung kesiapan sumber daya pendukung yang telah terintegrasi MRAs. Hal ini berarti TKI/PMI memiliki peluang untuk mengakses lapangan kerja yang telah disepakati bersama oleh negara anggota ASEAN melalui Mutual Recognition Agreements (MRA), namun demikian profesi yang telah disepakati MRAs masih membutuhkan dukungan untuk pengembangannya dari pemerintah Indonesia agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Sedangkan tantangan bagi Indonesia dalam masyarakat ekonomi ASEAN yakni TKI/PMI yang masih didominasi oleh tenaga kerja informal/berketerampilan rendah, sehingga diperlukan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan minat sebagai tenaga kerja formal dengan melakukan inovasi pelayanan di bidang ketenagakerjaan, utamanya yang terkait dengan 8 profesi MRAs.      


  • 3 NEGARA MAJU




Sementara itu untuk perbandingan Nilai Remitansi Indonesia dengan 3 negara maju diatas,tekonologi dan lain lain, negara indonesia cukup tertinggal jauh dari 3 negara industri maju di asia yakni Jepang, Korea Selatan dan Singapura. Untuk data paid Indonesia cukup tinggi jika dibandingkan 3 negara tersebut. Dan data untuk remitansi Indonesia pun jauh lebih tinggi di bandingkan 3 negara maju tersebut dikarenakan banyak tenaga kerja indonesia yang menempat di 3 negara tersebut. Sedangkan untuk Singapura sendiri pada tahun kemarin Nilai transaksi remitansi BRI di Singapura rata-rata per minggu SGD 70-80 ribu, dan pernah mencapai SGD 110 ribu atau paling tinggi pada saat Lebaran kemarin.


Komentar

Postingan Populer