RMK KE 7 EKONOMI MONETER II ( Keuangan Internasional )
KEUANGAN INTERNASIONAL
Keuangan internasional (juga disebut ekonomi moneter internasional atau ekonomi makro internasional) adalah cabang ekonomi keuangan yang mempelajari keterkaitan dua negara atau lebih dari sisi moneter dan ekonomi makro. Keuangan internasional mempelajari dinamika sistem keuangan global, sistem moneter internasional, neraca pembayaran, nilai tukar, investasi asing langsung, dan hubungannya dengan perdagangan internasional. Keuangan internasional, kadang disebut keuangan multinasional, menangani manajemen keuangan internasional. Investor dan perusahaan multinasional harus menilai dan mengelola risiko internasional seperti risiko politik dan risiko valuta asing, termasuk keterpaparan transaksi, keterpaparan ekonomi, dan keterpaparan penerjemahan.
Contoh konsep utama dalam keuangan internasional adalah model Mundell–Fleming, teori wilayah mata uang optimum, paritas daya beli, paritas suku bunga, dan efek Fisher internasional. Kajian perdagangan internasional menggunakan konsep-konsep ekonomi mikro, sedangkan penelitian keuangan internasional menggunakan konsep-konsep ekonomi makro.
• Sistem keuangan internasional
Sistem keuangan internasional didefinisikan oleh Yuriy Kozak sebagai gabungan dari pasar dan institusi-institusi keuangan yang terkait dengan hukum dan pajak bisnis internasional. Sistem keuangan internasional juga didefinisikan oleh C.M. Adam sebagai struktur pasar dimana organisasi dan perdagangan yang dilakukan oleh individu mendukung komitmen ekonomi yang dilakukan melewati batas-batas nasional.
Berdasarkan definisi di atas dapat diambil garis besar bahwa sistem keuangan internasional merupakan sebuah sistem yang mengacu pada institusi keuangan serta pelaku di dalamnya yang mengatur prosedur dan hukum terkait kegiatan keuangan internasional yang berdasarkan atas kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
• Elemen – Elemen Sistem Keuangan Internasional
Dalam perjalanan suatu sistem keuangan internasional, terdapat beberapa beberapa elemen di dalamnya berupa sekumpulan subsistem utama ekonomi dunia yang mana berdampak pada penentuan ekonomi nasional dan global. Elemen-elemen tersebut terdiri dari:
1. Sistem moneter internasional - ditandai oleh komponen seperti mata uang nasional dan cadangan, mata uang kolektif internasional, kondisi konvertibilitas bersama, paritas mata uang, nilai tukar, serta mekanisme aturan nilai tukar nasional dan internasional.
2. Pasar keuangan internasional - termasuk mata uang, pinjaman dan sekuritas oleh instrumen keuangan tertentu.
3. Sektor keuangan virtual - yaitu internet banking , online shopping , digital currency , e-money ; Kredit khusus dan Institusi keuangan (seperti dana asuransi pensiun dan kumpulan investor).
4. Perdagangan ekonomi – berupa bursa saham dan komoditas internasional.
5. Pelaku ekonomi – terdiri dari negara-negara, bank-bank, perusahaan-perusahaan, TNC dan TNB; yang melakukan operasi untuk menarik investasi asing sebagai sumber modal untuk membiayai investasi mereka berupa penjualan saham atau pinjaman di pasar modal internasional.
• Neraca Pembayaran (Balance Of Payment)
Dalam mencatat anggaran dan pembiayaan, setiap negara akan membuat neraca pembayaran. Dari neraca pembayaran ini Anda bisa mengetahui sumber dana pemerintah hingga pembelanjaan yang dilakukan dari sumber dana tersebut.
Dalam neraca pembayaran ada dua istilah yang melekat yakni surplus dan defisit. Surplus adalah kondisi pemasukan lebih banyak ketimbang pengeluaran. Sementara defisit adalah kondisi di mana pengeluaran lebih besar ketimbang pemasukan. Dalam neraca pembayaran terdapat pos ekspor dan impor serta pos investasi dari transaksi modal dan finansial.
• Pengertian Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran merupakan neraca yang menggambarkan transaksi penduduk suatu negara dengan penduduk dari negara lain. Neraca pembayaran umumnya memiliki periode waktu satu tahun. Neraca pembayaran internasional menggunakan devisa sebagai nilai kekayaan dalam bentuk mata uang asing.
Semakin besar devisa suatu negara maka makin tinggi pendapatan per kapitanya. Devisa digunakan untuk proses pertukaran antar negara serta cadangan moneter.
Neraca pembayaran internasional umumnya menggunakan uang asing yang beredar di suatu negara dan tercatat dalam bank sentral. Neraca ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Besarnya ekspor impor yang terjadi di suatu negara
2. Kebijakan atau sistem ekonomi
3. Besaran utang yang dimiliki suatu negara
4. Perkembangan modal atau investasi asing
5. Pengaruh nilai kurs mata uang sehingga mampu mempengaruhi utang negara Setiap negara tentu menginginkan neraca pembayaran surplus ketimbang defisit begitu pula dengan neraca pembayaran Indonesia.
Apabila suatu negara tidak dapat mencapai neraca pembayaran surplus secara terus menerus maka ada kemungkinan utang yang perlu dibayar akan bertambah besar. Selain itu nilai mata uang di negara tersebut akan turun. Misalnya dalam neraca pembayaran Indonesia menunjukan defisit secara terus menerus maka nilai tukar rupiah terhadap dolar yang sering digunakan sebagai alat pembayaran internasional akan menguat. Nilai barang akan mengalami inflasi dan bisa menyebabkan kredit macet hingga krisis ekonomi.
• Tujuan Neraca Pembayaran
Tujuan neraca pembayaran tak hanya untuk mengetahui pemasukan dan anggaran belanja saja. Nyatanya neraca ini juga memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Dapat digunakan untuk mengetahui besaran utang yang ditanggung negara dan piutang yang dimiliki
2. Neraca ini juga bisa dipakai untuk membantu menetapkan kebijakan fiskal
3. Anda juga bisa mengukur perekonomian suatu negara
4. Berfungsi sebagai penanda posisi suatu negara
5. Mampu menggambarkan perubahan cadangan devisa hingga mengetahui masalah perekonomian suatu negara
6. Dapat dipakai untuk menyusun statistik pendapatan nasional atau PDB
7. Neraca pembayaran umumnya memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi suatu negara dan nilai tukar mata uang dari negara tersebut.
• Komponen Neraca Pembayaran
Pada dasarnya neraca pembayaran terbagi atas dua komponen yakni transaksi berjalan dan transaksi modal. Transaksi berjalan sendiri terdiri atas pendapatan atas investasi, transfer sepihak dan neraca perdagangan yang mencakup ekspor dan impor.
• Bagaimana Memperbaiki Neraca Defisit?
Defisit dalam neraca pembayaran bisa diperbaiki dengan beberapa langkah di bawah ini diantaranya adalah sebagai berikut : • Meningkatkan ekspor dengan mengurangi pajak ekspor
• Mengurangi impor dan lebih menggunakan produk dalam negeri
• Meningkatkan pajak untuk barang-barang impor
• Menarik investasi asing dan melakukan monitoring terhadap investasi tersebut agar tidak mudah kembali ke luar negeri
• Buat produk dalam negeri mampu bersaing secara global sehingga tidak mengalami ketergantungan akan produk luar negeri
• Menetapkan kebijakan yang mendorong industri dalam negeri untuk berkembang. Misalnya saja adanya subsidi atau pemberian kredit dengan bunga terjangkau. Hal ini memungkinkan pelaku industri kecil mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih besar lagi Kondisi neraca yang defisit tentu menjadi perhatian serius baik bagi pemerintah maupun masyarakat dalam hal ini pebisnis. Karena ini juga akan mempengaruhi aktivitas bisnis yang terjadi. Keduanya perlu bersinergi agar ekonomi Indonesia semakin lebih baik.
Sistem Manajemen Informasi (SMI)
Ada banyak jenis manajemen yang diterapkan di perusahaan, mulai dari manajemen pemasaran, keuangan, produksi, termasuk sistem manajemen informasi.
Tanpa adanya manajemen di dalam sebuah perusahaan maka segala proses yang ada di dalamnya tidak akan berjalan dengan baik dan maksimal. Seperti yang diketahui juga bahwa manajemen merupakan sumber informasi dari segala kegiatan termasuk hal-hal penting dalam mengambil keputusan.
• Pengertian Sistem Manajemen Informasi
Sistem Manajemen Informasi atau biasa disebut management information system ini adalah sebuah sistem perencanaan sebuah organisasi yang memiliki peran penting atas pengendalian internal. Adapun, sistem manajemen informasi dalam bisnis mencakup pemanfaatan dokumen, manusia, teknologi, serta prosedur dalam akuntansi manajemen.
Untuk apa perusahaan menerapkan sistem manajemen informasi? Tidak dibuat cuma-cuma, manajemen ini dibuat untuk memecahkan beragam masalah dalam bisnis. Seperti masalah layanan, biaya produk, serta strategi bisnis. Intinya, sistem tersebut akan membantu yang hasilnya akan bermanfaat dan digunakan untuk menganalisis sistem informasi yang lain pada penerapan aktivitas operasional suatu organisasi.
• Fungsi Sistem Manajemen Informasi
Dalam organisasi perusahaan atau bisnis, sistem ini sangat dibutuhkan karena memiliki tingkat kompleksitas tinggi dalam organisasi bisnis. Karena jika sebuah perusahaan atau organisasi tidak memiliki informasi dan pengelolaan yang tepat serta sistem manajemen yang baik mungkin tidak ada momen pengambilan keputusan dengan baik. Keputusan yang bisa diambil pada setiap ingin berkegiatan harus berdasarkan informasi yang relevan dan telah terverifikasi.
Bagaimana informasi yang disajikan tidak relevan? Tentu perusahaan bisa mengalami kerugian yang besar, bahkan produktivitas perlahan akan menurun. Membantu Proses Pengambilan Keputusan Fungsi sistem manajemen informasi yang pertama adalah tentu agar bisa membantu dalam proses keputusan bisnis. Seperti yang sudah dibahas berkali-kali sebelumnya bahwa sebuah sistem informasi harus didapatkan sumber data-data yang valid dan relevan. Tidak hanya valid dan relevan tapi juga mengandung sebuah fakta. Nah, jika sudah dapat informasinya maka sistem manajemen tersebut dalam bisnis Anda akan menerapkan dan menghasilkan keputusan yang lebih terstruktur. Membantu Menemukan Suatu Masalah Selain bisa membantu membuat keputusan-keputusan sistem manajemen informasi juga bisa membantu dalam menemukan suatu masalah pada organisasi dan bisnis di perusahaan.
Nah, dari setiap aspek kegiatan sistem informasi ini akan memberikan data-data serta informasi yang relevan, valid dan sesuai fakta. Jika terdapat masalah atau kesalahan pada manajemen makan manajemen bisa melihat dari data-data yang diberikan, sekaligus mencari solusinya dari permasalahan tersebut. Membantu Mendapatkan Data Evaluasi dan Membandingkan Kinerjanya Sejak pertama kali perusahaan berdiri pasti memiliki atau menyimpan history data, evaluasi kerja, dan menyimpannya basis data (database). Setiap tahun, bulan, minggu, bahkan hari perusahaan pasti ingin tumbuh dan berkembang.
Jadi, dengan adanya sistem tersebut perusahaan bisa melihat dan membandingkan kinerja bisnis perusahaan kamu dengan lebih mudah dan cepat. Koordinasi yang Baik dan Lancar Seperti yang diketahui di dalam sebuah perusahaan pasti terdapat banyak departemen, divisi, dan lain-lainnya, yang memiliki tugas masing-masing. Dengan banyaknya departemen maka perlu adanya sebuah sistem manajemen informasi yang membantu seluruh kegiatannya agar bisa berkoordinasi dengan baik. Selain itu juga, hubungan yang sehat akan terbentuk pada setiap staff dalam departemen yang satu dengan yang lainnya dalam pertukaran informasi.
• Jenis Laporan yang Dihasilkan Sistem Manajemen Informasi
Penerapan sistem manajemen di sebuah perusahaan menghasilkan sebuah data-data dan menyimpannya untuk membuat laporan. Data-data tersebut disimpan dan dapat digunakan para profesional bisnis untuk menganalisis, evaluasi, dan membuat keputusan. Adapun tiga jenis laporan dasar yang ada pada sistem ini:
Laporan yang Dijadwalkan
Adapun jenis laporan ini dibuat secara berkala. Selain itu, laporan ini juga dibuat menggunakan aturan yang biasa disediakan pemohon untuk menarik dan mengatur data. Perusahaan membuat laporan terjadwal agar bisa memungkinkan perusahaan untuk menganalisis data dari waktu ke waktu.
Bahkan, untuk menganalisa dengan data lama. Contohnya, sebuah minimarket bisa melihat persentase barang-barang yang hilang berdasarkan bulan, kenaikan harga dan lainnya
Ad-hoc
Jenis laporan sistem manajemen informasi yang selanjutnya adalah laporan satu kali atau ad-hoc yang biasa dibuat pengguna untuk menjawab pertanyaan. Adapun, jika laporan yang dibuat berguna kamu dapat mengubah laporan ad-hoc menjadi laporan terjadwal.
Real-time
Yang terakhir adalah laporan real-time yang memungkinkan seseorang untuk memonitor perubahan yang bisa saja. Perubahan seperti apa? Contoh perubahannya ketika kepala customer service dapat melihat lonjakan volume panggilan yang tidak terduga.
Nah, dengan laporan real-time kepala CS bisa mengubah bahkan menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas dengan cara mengecek beberapa panggilan di tempat lain.
• Contoh Sistem Informasi Manajemen
Kamu masih bingung bentuk dari penerapan sistem manajemen ini? Nah, agar lebih paham bagaimana jika kamu melihatnya dalam bentuk contoh. Berikut beberapa contoh SMI yang bisa kamu terapkan di perusahaan.
Executive Support System (ESS)
Contoh sistem manajemen informasi yang pertama adalah Executive Support System (ESS), di mana sistem ini akan membantu sang manajer perusahaan agar lebih mudah berinteraksi dengan semua departemen perusahaan.Sistem ini dilengkapi dengan bantuan dari grafik serta pendukung dari komunikasi lain.
Group Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS)
Contoh selanjutnya adalah GDSS yang berfungsi untuk membantu kamu mencari solusi atas masalah hingga kesalahan. Bagaimana caranya? Sistem GDSS ini biasanya memiliki bentuk kuisioner, konsultasi, serta skenario. Contoh dari GDSS adalah e-government.
Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (AI)
Contoh sistem manajemen informasi yang selanjutnya, adalah Expert System dan Artificial Intelligent. Adapun sistem informasi ini menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis dan memecahkan suatu masalah. Namun, pengetahuan yang digunakan dari tenaga ahli yang sudah dimasukan program di dalamnya.
Decision Support System (DSS)
Untuk masalah pengambilan keputusan, kamu juga bisa menggunakan decision support system yang bisa membantu manajer untuk mengambil keputusan. Contoh dari DDS sendiri adalah link elektronik.
Apa itu Exchange Rate?
Exchange rate atau nilai tukar (dikenal sebagai kurs) adalah mata uang dari sebuah negara terhadap mata uang yang berasal dari negara lain. Kurs dapat dinyatakan atau dinilai dengan mata uang yang berasal dari negara lain. Kurs memiliki peran penting dalam pasar valuta asing atau biasa disebut forex.
Dalam pasar valuta asing tersebut akan terjadi proses pertukaran mata uang dengan kurs yang sebelumnya telah disetujui oleh berbagai pihak yang bersangkutan.
Selain itu, kurs juga berperan dalam kegiatan ekspor dan impor. Sebab kurs dapat menerjemahkan berbagai harga menggunakan mata uang yang berbeda dari tiap negara. Terdapat dua macam perubahan dalam kurs, yaitu apresiasi dan depresiasi.
Jenis-Jenis Kurs Saat ini ada tiga jenis kurs yang berlaku di dunia, antara lain sebagai berikut.
• Kurs Jual (Selling Rate) adalah harga jual suatu mata uang yang dipakai oleh pedagang valas atau bank untuk menjual valuta asing.
• Kurs tengah (Middle Rate) adalah gabungan antara kurs jual dan kurs beli yang dilakukan dengan mencari rata-ratanya.
• Kurs beli (Buying Rate) adalah harga beli suatu mata uang yang digunakan oleh pedagang valas atau bank untuk membeli valuta asing.
Faktor yang Mempengaruhi Nilai Kurs Berikut adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang suatu negara.
Berikut adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang suatu negara.
• Tingkat inflasi
• Kebijakan pemerintah
• Aktivasi neraca pembayaran
• Perbedaan tingkat suku bunga di berbagai negara
• Aliran modal keluar (capital flow)
• Tingkat pendapatan relatif
• Ekspektasi nilai tukar mata uang sebuah negara di masa yang akan datang
NAMA : HELDAYANTI
NIM : B1A118009
KELAS : C


Komentar
Posting Komentar